EYEGASMIC

Eyegasmic itu acara yang kemarin baru diadakan oleh kaka-kaka FK Unpad. Acara ini diisi oleh Adhitia Sofyan, Hollywood Nobody, Payung Teduh, White Shoes and the Couples Company, Hivi, dan Maliq n d’essentials. Acara ini dibuka oleh Adhitia Sofyan dengan senandung akustik yang membuat penonton menjadi mempunyai kecenderungan galau namun dengan suasana yang asik oleh dentuman drum dari drummer The Trees And The Wild. “Lagu ini bagi orang yang ngepoin tl, tapi ga pernah ngefollow,” “Lagu ini untuk lama menjomblo karena terlalu memilih,” ucap sang penyenandung sebelum menyanyikan lagu-lagunya. Dari lagu-lagu yang dinyanyikan, yang menjadi puncaknya adalah “Adelaide Sky”. Penonton ikut menyanyi mengiringi lagu tersebut dengan kompak dan membuat suasana semakin intim.

Image Cikiciki bombom out the door I’ll never gonna get you anyway cikiciki bom I’m outta here I’ll never gonna get you anyway.. I need to know what’s on your mind, this coffeecups are gettin’ cold

 

Sehabis Adhitia Sofyan mengisi panggung langsung Hollywood Nobody menggantikannya. Hollywood Nobody adalah band yang mengusung genre pop bossanova. Tiupan terompet yang membuat genre Bossanova ini juga memeriahkan penampilan Hollywood Nobody kali ini. Lagu yang mereka mainkan termasuk Telescope, Lovesong dari The Cure, dan Betrayal. 

                      Cant be sure where you’re going, the darkness tells me nothing

Dan yang paling saya tunggu-tunggu akhirnya naik ke panggung, Payung Teduh. Lagu-lagunya yang menyejukkan dan menyayat hati pun terdengar. Alunan guitarlele, dan contrabass yang menonjol dan suara Is, sang vokalis yang empuk, membuat penonton terhipnotis olehnya. Namun di awal penampilannya suara Is tak terdengar karena adanya kesalahan teknis, namun para penonton menyanyikan lagu tersebut dengan diiringi guitarlele dan contrabasssnya. Suasana yang sangat intim antara penonton dan Payung Teduh terasa. Sang vokalis, Is, pun sampai terdiam dan menutup matanya, membiarkan kita menyanyi dengan (berusaha) syahdu.

 

      Kita berdua diantara kata yang tak terucap berharap waktu membawa keberanian untuk datang membawa jawaban..

 

Kemudian white shoes and the couples company naik ke panggung. Penonton seperti diajak kembali ke masa tahun 60-an. Lagu-lagu andalannya seperti Windu & Defrinda, Aksi Kucing, Selangkah Keseberang dinyanyikannya oleh Sari sambil menari swing.

 

 

Image

 

Untuk Hivi & Maliq n d’essentials……aku ga nonton. Dan perjuangan untuk pulang sebelum acara selesai ketika kita berada di front row itu susah. “Permisi,” “Maaf ya mbak, mas” “Permisi,” Berulang-ulang dikatakan sampai di pintu keluar.

Untuk keseluruhan acara ini sangat bagus dan memuaskan penontonnya, dan kekurangannya tidak mendominasi dan masih bisa di tolerir. Lineup yang sangat keren dan keamanan serta kenyamanan penontonnya tidak diabaikan oleh panitia.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: