AlatdanBahan

No NamaAlat Spesifikasi
1 Baterai Alkaline
2 AVO meter SunwayA 360
3 Solder 220 V/ 30 W
4 Cutter Sedang
5 Tang PotongdanJeppit
6 Timah 0,8 mm
7 PenyedotTimah Antel

B.1 DaftarAlat

No NamaAlat Spesifikasi
1 Baterai Alkaline
2 AVO meter SunwayA 360
3 Solder 220 V/ 30 W
4 Cutter Sedang
5 Tang PotongdanJeppit
6 Timah 0,8 mm
7 PenyedotTimah Antel

B.2 DaftarBahan

No NamaBahan Spesifikasi
1 PCB Berlubang Ukuran IC
2 Protoboard
3 Kabelserabutkecil

B.3 DaftarKomponen

No NamaKomponen Spesifikasi Jumlah
1 IC NE 555 1
2 IC HCFI 4017 1
3 D1 – D16 IN 4148 16
4 R1 1 KΩ 1
5 Potensio 50 K 1
6 R3 100 Ω 1
7 R4 – R15 180 Ω 12
8 TR1 – TR8 2N3904 8
9 LED Merah 4
10 LED Kuning 4
11 LED Hijau 5
12 Capasitor 100 uF 1
13 Soket IC 16 Pin dan 8 pin 1
14 SoketBaterai 1

Keterangan :

  1. Mengunakan IC 555
  2. Ground beradapada kaki 1 (GND)
  3. VCC kaki 8 (VCC)
  4. Output beradapada kaki 3 (OUT)
  5. Digambaratas VCC = 5 Volt, ketikasudahdigabungdengan IC HCFI 4017 makamengunakan VCC = 9 Volt.
  6. R1 = 1 KΩ, Potensio = 50 KΩ, R3 = 100Ω ,Elco = 100µF, LED (warnabebas)

GambarBagianSkema 4017

Keterangan : Utara dan Selatan

  • Hubungkan kaki 8, 13, 15 pada Ground, kaki 16 pada VCC, dan kaki 14 pada output clock (Gambar a1).
  • Hubungkan D1, D2, D3, D4, D9, D10, D11, D12 dengan kaki 3,2,4, dan 7 untuklampubagianutaradanselatan, ketikaandaakanmensimulasikanmenggunakan EWB (Elektronik Workbench) sebaiknya kaki 4 IC 4017 tidak di hubungkandioda D3dan D11, apabiladihubungkan EWB tidakakanmerespon (Eror) (Gambar a2).
  • Hubungkan Transistor 1 (TR1) dan Transistor 5 (TR5), Basis padaDioda (D1, D2, D3, D4, D9, D10, D11, D12 sedangkanColektorke VCC, makaEmiterke LED warnamerah  untukbagianutaradanselatan (Gambar a3).
  • Hubungkan TR2dan TR6, Basis pada kaki 10, Colektorke VCC, danEmiterke LED warnaKuninguntukbagianutaradanselatan (Gambar a4).

Keterangan : Barat danTimur

  • Kita hilangkandahulusejenakmengenaigambardariskemarangkaianbagianutaradanselatan.
  • Lalu, Hubungkan D5, D6, D7, D8, D13, D14, D15, D16  dengan kaki 1,5,6, dan 9 untuklampubagianbaratdantimur (Gambar b1)
  • Hubungkan Transistor 3 (TR3) dan Transistor 7 (TR7), Basis padaDioda (D5, D6, D7, D8, D13, D14, D15, D16sedangkanColektorke VCC, makaEmiterke LED warnamerah  untukbagianbaratdantimur (Gambar b2).
  • Hubungkan TR4dan TR8, Basis pada kaki 11, Colektorke VCC, danEmiterke LED warnaKuninguntukbagianbaratdantimur (Gambar b2).

 

Keterangan :Finising

  • Kita Hubungkankeduaskemarangkaianbagianutara, selatan, barat, dantimur
  • Lalu, HubungkanEmiter TR2 dengan TR4, lihat resistor 10 Ω yang menjadipenghubungnya (Gambar 3).
  • Hubungkan LED warnahijau (utara/selatan) padadioda D5, D6, D7, D8, D13, D14, D15, D16 dengan kaki 1,5,6, dan 9 ditandaidenganlingkaranmerah (Gambar 3).
  • Hubungkan LED warnahijau (barat/timur) padadioda D1, D2, D3, D4, D9, D10, D11, D12 dengan kaki 3,2,4, dan 7 ditandaidenganlingkarankuning (Gambar 3).

Restoran: “good morning, blackpepper restaurant, how can I help you?”
Riska: “I would like to make reservation for a birthday party on 12 february please.”
Restoran: “Mam, may I place you on hold while I check is there any space left on 12 february.”
Riska: “Okey”
Restoran: “Hello mam, there are some space left on 12 february. For the reservation we have some promos for the citibank cardholder”
Riska: “what’s the promo?”
Restoran: “for the citibank cardholder we have 30% discount for minimum payment Rp.300.000”
Riska: “what a great offer!”
Restoran: “and for the birthday party package price is Rp.450.000 for 20 people.”
Riska: ” okey, I’d like to have that package please.”
Restoran: “okey mam, is it for 12 february isn’t it?”
Riska: “yes, just write it down there reservation for fira”
Reservation: “for the payment would you like to pay in here?”
Riska: “can I just tell my creditcard number?”
Reservation: “sure mam”
Riska: “012346879”
Reservation: “I beg your pardon”
Riska: “012346879”

risk

Eyegasmic itu acara yang kemarin baru diadakan oleh kaka-kaka FK Unpad. Acara ini diisi oleh Adhitia Sofyan, Hollywood Nobody, Payung Teduh, White Shoes and the Couples Company, Hivi, dan Maliq n d’essentials. Acara ini dibuka oleh Adhitia Sofyan dengan senandung akustik yang membuat penonton menjadi mempunyai kecenderungan galau namun dengan suasana yang asik oleh dentuman drum dari drummer The Trees And The Wild. “Lagu ini bagi orang yang ngepoin tl, tapi ga pernah ngefollow,” “Lagu ini untuk lama menjomblo karena terlalu memilih,” ucap sang penyenandung sebelum menyanyikan lagu-lagunya. Dari lagu-lagu yang dinyanyikan, yang menjadi puncaknya adalah “Adelaide Sky”. Penonton ikut menyanyi mengiringi lagu tersebut dengan kompak dan membuat suasana semakin intim.

Image Cikiciki bombom out the door I’ll never gonna get you anyway cikiciki bom I’m outta here I’ll never gonna get you anyway.. I need to know what’s on your mind, this coffeecups are gettin’ cold

 

Sehabis Adhitia Sofyan mengisi panggung langsung Hollywood Nobody menggantikannya. Hollywood Nobody adalah band yang mengusung genre pop bossanova. Tiupan terompet yang membuat genre Bossanova ini juga memeriahkan penampilan Hollywood Nobody kali ini. Lagu yang mereka mainkan termasuk Telescope, Lovesong dari The Cure, dan Betrayal. 

                      Cant be sure where you’re going, the darkness tells me nothing

Dan yang paling saya tunggu-tunggu akhirnya naik ke panggung, Payung Teduh. Lagu-lagunya yang menyejukkan dan menyayat hati pun terdengar. Alunan guitarlele, dan contrabass yang menonjol dan suara Is, sang vokalis yang empuk, membuat penonton terhipnotis olehnya. Namun di awal penampilannya suara Is tak terdengar karena adanya kesalahan teknis, namun para penonton menyanyikan lagu tersebut dengan diiringi guitarlele dan contrabasssnya. Suasana yang sangat intim antara penonton dan Payung Teduh terasa. Sang vokalis, Is, pun sampai terdiam dan menutup matanya, membiarkan kita menyanyi dengan (berusaha) syahdu.

 

      Kita berdua diantara kata yang tak terucap berharap waktu membawa keberanian untuk datang membawa jawaban..

 

Kemudian white shoes and the couples company naik ke panggung. Penonton seperti diajak kembali ke masa tahun 60-an. Lagu-lagu andalannya seperti Windu & Defrinda, Aksi Kucing, Selangkah Keseberang dinyanyikannya oleh Sari sambil menari swing.

 

 

Image

 

Untuk Hivi & Maliq n d’essentials……aku ga nonton. Dan perjuangan untuk pulang sebelum acara selesai ketika kita berada di front row itu susah. “Permisi,” “Maaf ya mbak, mas” “Permisi,” Berulang-ulang dikatakan sampai di pintu keluar.

Untuk keseluruhan acara ini sangat bagus dan memuaskan penontonnya, dan kekurangannya tidak mendominasi dan masih bisa di tolerir. Lineup yang sangat keren dan keamanan serta kenyamanan penontonnya tidak diabaikan oleh panitia.

 

 

 

 

 

Bencana alam adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia. Peristiwa alam dapat berupa banjir, letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, badai salju, kekeringan, hujan es, gelombang panas, badai tropis, angin topan, tornado, kebakaran liar dan wabah penyakit. Namun tidak semuanya disebabkan oleh alam. Ada beberapa diantaranya terjadi karena ulah manusia itu sendiri, baik disengaja maupun tidak disengaja.

Semakin tingginya teknologi, semakin kita acuh kepada lingkungan di sekitar, dan ini menyebabkan tingginya kerusakan terhadap alam sekitar yang mengacu kepada bencana alam yang terjadi sekarang di kota-kota besar. Seperti misalnya :

1. Pencemaran Sungai Citarum

Sungai Citarum yang merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat ini terkena pencemaran akibat polusi air limbah pabrik dan banyaknya sampah rumah tangga yang dibuang ke Sungai Citarum, pencemaran sungai itu saat ini semakin parah, yakni mencapai sekitar 47,1%. Kadar bakteri e-coli di Sungai Citarum mencapai 50.000/100 ml, yang berasal dari limbah industri dan limbah domestik dari masyarakat (Sumber Pusair tahun 2006), demikian Ketua Kelompok Kerja Komunikasi Air (K3A), Dine Andriani kepada pers dalam diskusi tentang masalah pencemaran air di Kota Bandung, Kamis (07/12).

Dikatakannya, di Jawa Barat terdapat sebanyak 235.000 pabrik dari berbagai industri. Dari jumlah keseluruhan itu, 750 pabrik di antaranya memproduksi air limbah yang dikembalikan ke perairan bebas.

Untuk mencegah tingkat pencemaran yang tinggi pemerintah seharusnya membuat peraturan yang ketat untuk persoalan pembuangan limbah dan pembuangan sampah di sungai.

2. Polusi udara Jakarta
Jakarta, Ibukota negara kita yang tercinta ini adalah kota dengan tingkat polusi terburuk nomor 3 di dunia      (setelah kota di Meksiko dan Thailand )

.

Tingginya tingkat polusi ini disebabkan oleh padatnya kendaraan bermotor yang mengisi jalan-jalanan di jakarta, yang menyumbang sebanyak 80% polusi di Jakarta, sedangkan 20 persen sisanya berasal dari industri. Polusi yang sangat tinggi ini mulai berdampak dalam kesehatan warga jakarta dan dapat meganggu pemasukan daerah karena penuhnya kendaraan dan mengakibatkan macet. Hal ini dapat ditanggulangi dengan memperbaiki sarana dan prasarana transportasi umum. Karena saat ini orang-orang lebih memilih menggunakan kendaaraan pribadi yang jauh lebih bersih dan nyaman dari kendaraan umum, yang cenderung penuh sesak.

3. Kebakaran Hutan

Kita sudah sering mendengar berita kebakaran hutan di Indonesia, ratusan bahkan hingga ribuan hektar hutan Indonesia didera bencana kebakaran hutan, dampak yang ditimbulkan hingga terasa di beberapa negara tetangga.

Kebakaran Hutan ini dapat disebabkan oleh berbagai macam, namun yang paling kita sering dengar adalah; pembebasan lahan hutan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit atau macam perkebunan lainnya. Karena tingkat permintaan masyarakat terhadap minyak kelapa sawit tinggi, sedangkan lahan terbatas, maka lahan hutan pun dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit. Dan karena pembakaran hutan ini, warga sekitar menerima dampaknya, mulai dari ISPA dan gangguan pernafasan lainnya. Untuk mencegah hal ini terjadi pemerintah mempunyai peraturan/ UU yang tegas mengenai Hutan, yang sebenarnya bisa menjadi aset utama pariwisata dan bisa menambah pemasukan daerah.

4. Banjir Kota Besar
Walaupun sebagian bencana banjir disebabkan karena fenomena alam, namun beberapa disebabkan oleh kelalaian manusia atas ambisi mereka sendiri. Banjir Jakarta adalah yang paling terkenal yang sering kita dengar beritanya.

Jakarta yang merupakan kota metropolitan yang dipenuhi oleh pendatang karena arus urbanisasi ini merupakan kota terpadat di Indonesia dan hal ini menyebabkan lahan-lahan yang seharusnya menjadi daerah resapan air berubah menjadi lahan perumahan dan pembuangan sampah di jalanan/sungai yang menyumbat saluran air. Seharusnya pemerintah bisa menindak tegas pelaku yang masih membuang sampah sembarangan, dan membuat lahan hijau resapan air untuk menghindari resiko banjir musiman ini.

sumber:

1. AIDS

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV; atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).

Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika Sub-Sahara.Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit. AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia.

Hukuman sosial bagi penderita HIV/AIDS, umumnya lebih berat bila dibandingkan dengan penderita penyakit mematikan lainnya. Kadang-kadang hukuman sosial tersebut juga turut tertimpakan kepada petugas kesehatan atau sukarelawan, yang terlibat dalam merawat orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA).

Gejala dan komplikasi

Berbagai gejala AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Kebanyakan kondisi tersebut akibat infeksi oleh bakteri, virus, fungi dan parasit, yang biasanya dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV. Infeksi oportunistik umum didapati pada penderita AIDS.HIV memengaruhi hampir semua organ tubuh. Penderita AIDS juga berisiko lebih besar menderita kanker seperti sarkoma Kaposi, kanker leher rahim, dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma.

Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik; seperti demam, berkeringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, merasa lemah, serta penurunan berat badan. Infeksi oportunistik tertentu yang diderita pasien AIDS, juga tergantung pada tingkat kekerapan terjadinya infeksi tersebut di wilayah geografis tempat hidup pasien.

Pencegahan

Perkiraan risiko masuknya HIV per aksi,
menurut rute paparan[52]
Rute paparan Perkiraan infeksi
per 10.000 paparan
dengan sumber yang terinfeksi
Transfusi darah 9.000[53]
Persalinan 2.500[44]
Penggunaan jarum suntik bersama-sama 67[54]
Hubungan seks anal reseptif* 50[55][56]
Jarum pada kulit 30[57]
Hubungan seksual reseptif* 10[55][56][58]
Hubungan seks anal insertif* 6,5[55][56]
Hubungan seksual insertif* 5[55][56]
Seks oral reseptif* 1[56]§
Seks oral insertif* 0,5[56]§
* tanpa penggunaan kondom
§ sumber merujuk kepada seks oral
yang dilakukan kepada laki-laki

Tiga jalur utama (rute) masuknya virus HIV ke dalam tubuh ialah melalui hubungan seksual, persentuhan (paparan) dengan cairan atau jaringan tubuh yang terinfeksi, serta dari ibu ke janin atau bayi selama periode sekitar kelahiran (periode perinatal). Walaupun HIV dapat ditemukan pada air liur, air mata dan urin orang yang terinfeksi, namun tidak terdapat catatan kasus infeksi dikarenakan cairan-cairan tersebut, dengan demikian risiko infeksinya secara umum dapat diabaikan.

Penanganan

Lihat pula HIV dan Obat antiretrovirus.

AbacavirNucleoside analog reverse transcriptase inhibitor (NARTI atau NRTI)

Struktur kimia Abacavir

Sampai saat ini tidak ada vaksin atau obat untuk HIV atau AIDS. Metode satu-satunya yang diketahui untuk pencegahan didasarkan pada penghindaran kontak dengan virus atau, jika gagal, perawatan antiretrovirus secara langsung setelah kontak dengan virus secara signifikan, disebut post-exposure prophylaxis (PEP).[40] PEP memiliki jadwal empat minggu takaran yang menuntut banyak waktu. PEP juga memiliki efek samping yang tidak menyenangkan seperti diare, tidak enak badan, mual, dan lelah.[71]

Terapi antivirus

Penanganan infeksi HIV terkini adalah terapi antiretrovirus yang sangat aktif (highly active antiretroviral therapy, disingkat HAART).[Terapi ini telah sangat bermanfaat bagi orang-orang yang terinfeksi HIV sejak tahun 1996, yaitu setelah ditemukannya HAART yang menggunakan protease inhibitor.[6] Pilihan terbaik HAART saat ini, berupa kombinasi dari setidaknya tiga obat (disebut “koktail) yang terdiri dari paling sedikit dua macam (atau “kelas”) bahan antiretrovirus. Kombinasi yang umum digunakan adalah nucleoside analogue reverse transcriptase inhibitor (atau NRTI) dengan protease inhibitor, atau dengan non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTI). Karena penyakit HIV lebih cepat perkembangannya pada anak-anak daripada pada orang dewasa, maka rekomendasi perawatannya pun lebih agresif untuk anak-anak daripada untuk orang dewasa.Di negara-negara berkembang yang menyediakan perawatan HAART, seorang dokter akan mempertimbangkan kuantitas beban virus, kecepatan berkurangnya CD4, serta kesiapan mental pasien, saat memilih waktu memulai perawatan awal.

Perawatan HAART memungkinkan stabilnya gejala dan viremia (banyaknya jumlah virus dalam darah) pada pasien, tetapi ia tidak menyembuhkannya dari HIV ataupun menghilangkan gejalanya. HIV-1 dalam tingkat yang tinggi sering resisten terhadap HAART dan gejalanya kembali setelah perawatan dihentikan.Lagi pula, dibutuhkan waktu lebih dari seumur hidup seseorang untuk membersihkan infeksi HIV dengan menggunakan HAART.[ Meskipun demikian, banyak pengidap HIV mengalami perbaikan yang hebat pada kesehatan umum dan kualitas hidup mereka, sehingga terjadi adanya penurunan drastis atas tingkat kesakitan (morbiditas) dan tingkat kematian (mortalitas) karena HIV. Tanpa perawatan HAART, berubahnya infeksi HIV menjadi AIDS terjadi dengan kecepatan rata-rata (median) antara sembilan sampai sepuluh tahun, dan selanjutnya waktu bertahan setelah terjangkit AIDS hanyalah 9.2 bulan.[25] Penerapan HAART dianggap meningkatkan waktu bertahan pasien selama 4 sampai 12 tahun. Bagi beberapa pasien lainnya, yang jumlahnya mungkin lebih dari lima puluh persen, perawatan HAART memberikan hasil jauh dari optimal. Hal ini karena adanya efek samping/dampak pengobatan tidak bisa ditolerir, terapi antiretrovirus sebelumnya yang tidak efektif, dan infeksi HIV tertentu yang resisten obat. Ketidaktaatan dan ketidakteraturan dalam menerapkan terapi antiretrovirus adalah alasan utama mengapa kebanyakan individu gagal memperoleh manfaat dari penerapan HAART. Terdapat bermacam-macam alasan atas sikap tidak taat dan tidak teratur untuk penerapan HAART tersebut. Isyu-isyu psikososial yang utama ialah kurangnya akses atas fasilitas kesehatan, kurangnya dukungan sosial, penyakit kejiwaan, serta penyalahgunaan obat. Perawatan HAART juga kompleks, karena adanya beragam kombinasi jumlah pil, frekuensi dosis, pembatasan makan, dan lain-lain yang harus dijalankan secara rutin .Berbagai efek samping yang juga menimbulkan keengganan untuk teratur dalam penerapan HAART, antara lain lipodistrofi, dislipidaemia, penolakan insulin, peningkatan risiko sistem kardiovaskular, dan kelainan bawaan pada bayi yang dilahirkan.

Obat anti-retrovirus berharga mahal, dan mayoritas individu terinfeksi di dunia tidaklah memiliki akses terhadap pengobatan dan perawatan untuk HIV dan AIDS tersebut.

Pengobatan alternatif

Berbagai bentuk pengobatan alternatif digunakan untuk menangani gejala atau mengubah arah perkembangan penyakit. Akupunktur telah digunakan untuk mengatasi beberapa gejala, misalnya kelainan syaraf tepi (peripheral neuropathy) seperti kaki kram, kesemutan atau nyeri; namun tidak menyembuhkan infeksi HIV.[92] Tes-tes uji acak klinis terhadap efek obat-obatan jamu menunjukkan bahwa tidak terdapat bukti bahwa tanaman-tanaman obat tersebut memiliki dampak pada perkembangan penyakit ini, tetapi malah kemungkinan memberi beragam efek samping negatif yang serius.

2. Gonorea ( Kencing Nanah )

Kencing nanah atau gonore (bahasa Inggris: gonorrhea atau gonorrhoea) adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih mata (konjungtiva). Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonore bisa menjalar ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam pinggul sehingga timbul nyeri pinggul dan gangguan reproduksi.

Gonorhea merupakan penyakit infeksi yang menyerang lapisan epitel (lapisan paling atas dari suatu jaringan), bila tidak diobati, infeksi ini akan menyebar ke jaringan yang lebih dalam.
Biasanya membentuk koloni di daerah mukosa, orofaring, dan anogenital.

Gejala

Pada pria, gejala awal gonore biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi. Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra dan beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih serta keluarnya nanah dari penis. Sedangkan pada wanita, gejala awal biasanya timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi. Penderita seringkali tidak merasakan gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan diketahui menderita penyakit tersebut hanya setelah pasangan hubungan seksualnya tertular. Jika timbul gejala, biasanya bersifat ringan. Tetapi beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat, seperti desakan untuk berkemih, nyeri ketika berkemih, keluarnya cairan dari vagina, dan demam. Infeksi dapat menyerang leher rahim, rahim, saluran telur, indung telur, uretra, dan rektum serta menyebabkan nyeri pinggul yang dalam ketika berhubungan seksual.

Pencegahan

1. Cara yang paling pasti untuk mencegah penyebaran penyakit menular seksual adalah dengan tidak melakukan hubungan seks.
2. Berhubungan seks secara monogami, pastikan pasangan tidak terinfeksi.
3. Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penularan penyakit.
4. Pastikan toilet yang digunakan higienis, hindari penggunaan toilet duduk ditempat umum.
5. Segera obati bila ada keluhan seperti diatas.

3. Sifilis

Sifilis adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh bakteri spiroseta, Treponema pallidum.

Penularan biasanya melalui kontak seksual, tetapi ada beberapa contoh lain seperti kontak langsung dan kongenital sifilis (penularan melalui ibu ke anak dalam uterus)

Tahap Klinis

Merupakan penyakit menular seksual yang ditandai dengan fase aktif dan diikuti dengan fase laten.
1. [[Masa inkubasi : masa inkubasi terjadi selama 2-6 minggu. Setelah masa itu akan timbul lesi primer disertai dengan pembesaran kelenjar getah bening (Limfadenopati) regional.
2. Tahap sekunder : ditandai dengan lesi kulit secara general atau menyeluruh dan limfadenopati yang juga general.
3. Tahap laten : tahap ini terjadi selama beberapa tahun atau dekade.
4. Tahap tersier : tahap ini terjadi pada 1/3 kasus yang tidak ditangani. Gejala yang timbul yaitu destruksi kulit, muskuloskelet, dan lesi parenkima, aortitis, dan kelainan saraf

Pencegahan

1. Tidak melakukan seks bebas, praktikan seks monogami dengan aman bersama pasangan
2. Memakai kondom mengurangi risiko terinfeksi sifilis.
3. Setiap ibu hamil harus di tes sifilis, agar bila terinfeksi dapat diterapi sesegera mungkin, dan tidak menginfeksi bayinya.
4. Hindari kontak dengan jaringan yang terpapar langsung atau dengan cairan tubuh.

4. Herpes Genital

Herpes Genitali adalah infeksi akut (STD=sexually transmitted disease), yang disebabkan oleh Virus Herpes Simplex (terutama HSV=Herpes Simplex Virus type II), ditandai dengan timbulnya vesikula (vesikel = peninggian kulit berbatas tegas dengan diameter kurang dari 1 cm dan dapat pecah menimbulkan erosi kayak koreng kecil) pada permukaan mukosa kulit (mukokutaneus), bergerombol di atas dasar kulit yang berwarna kemerahan.

Saat ini dikenal dua macam herpes yakni herpes zoster dan herpes simpleks. Kedua herpes ini berasal dari virus yang berbeda. Herpes zoster disebabkan oleh virus Varicella zoster. Zoster tumbuh dalam bentuk ruam memanjang pada bagian tubuh kanan atau kiri saja. Jenis yang kedua adalah herpes simpleks, yang disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV). HSV sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu HSV-1 yang umumnya menyerang bagian badan dari pinggang ke atas sampai di sekitar mulut (herpes simpleks labialis), dan HSV-2 yang menyerang bagian pinggang ke bawah

Infeksi

Bila seseorang terkena HSV, maka infeksi yang terjadi dapat berupa episode I infeksi primer (pertama kali terjadi pada dirinya), episode I non primer, infeksi rekurens (ulangan), asimtomatik atau tidak ada infeksi sama sekali. Pada episode I infeksi primer, virus dari luar masuk ke dalam tubuh hospes (penerima virus). Selanjutnya, terjadilah penggabungan virus dengan DNA hospes tersebut dan mengadakan multiplikasi atau replikasi sehingga menimbulkan kelainan pada kulit. Virus akan menjalar melalui serabut saraf sensorik ke ganglion saraf dan berdiam secara permanen dan bersifat laten.

Gejala

Herpes genitalis primer memiliki masa inkubasi antara 3 – 7 hari. Gejala yang timbul dapat bersifat berat tetapi bisa juga tidak tampak, terutama apabila lukanya berada di daerah mulut rahim pada perempuan. Pada awalnya, gejala ini didahului oleh rasa terbakar beberpa jam sebelumnya pada daerah dimana akan terjadi luka. Setelah luka timbul, penderita akan merasakan gejala seperti tidak enak badan, demam, sakit kepala, kelelahan, serta nyeri otot. Luka yang terjadi berbentuk vesikel atau gelembung-gelembung. Kemudian kulit tampak kemerahan dan muncullah vesikel yang bergerombol dengan ukuran sama besar. Vesikel yang berisi cairan ini mudah pecah sehingga menimbulkan luka yang melebar. Bahkan ada kalanya kelenjar getah bening di sekitarnya membesar dan terasa nyeri bila diraba.

Pada pria gejala akan tampak lebih jelas karena tumbuh pada kulit bagian luar kelenjar penis, batang penis, buah zakar, atau daerah anus. Sebaliknya, pada wanita gejala itu sulit terdeteksi karena letaknya tersembunyi. Herpes genitalis pada wanita biasanya menyerang bagian labia majora, labia minora, klitoris, malah acap kali leher rahim (serviks) tanpa gejala klinis. Gejala itu sering disertai rasa nyeri pada saluran kencing.

Penularan dan Pencegahannya

Baik HSV-1 maupun HSV-2 menular melalui kontak kulit, ciuman, hubungan seks dan oral seks. Herpes paling mudah ditularkan pada masa terjadinya luka aktif. Akan tetapi virus juga dapat menyebar selama tidak ada gejala yang tampak, dan ditularkan dari daerah yang kelihatannya tidak aktif. Sebagian besar penularan herpes genitalis ini terjadi melalui kontak seksual. Sulitnya, kadang-kadang penderita tidak sadar bahwa ia sedang kambuh, sehingga dengan melakukan hubungan seks yang tidak terlindungi, ia menularkan virus ini ke pasangannya.

Memang akibat infeksi HSV-2 jarang sampai menimbulkan kematian pada orang dewasa. Namun herpes genitalis perlu penanganan serius, karena selain belum ada obat atau vaksin yang efektif, perkembangan akibatnya pun sulit diramalkan. Infeksi primer dini yang segera diobati besar kemungkinan akan dapat mencegah penyakit ini kambuh, sedangkan infeksi rekuren (ulangan) hanya dapat dibatasi frekuensi kambuhnya.

Suami atau istri dengan pasangan yang pernah terinfeksi herpes genitalis perlu melakukan proteksi individual dengan cara menggunakan dua macam alat perintang, yaitu spermicidal foam (busa pembasmi sperma) dan kondom. Spermicidal foam mampu mematikan virus, sedangkan kondom berfungsi untuk menghambat atau mengurangi masuknya virus. Sementara itu si pengidap harus berusaha menyingkirkan faktor-faktor pencetus seperti yang sudah diungkapkan di atas.

Yang juga dikhawatirkan adalah penularan ibu yang mengidap HSV kepada bayi yang dikandung/dilahirkannya. Bila penularan (transmisi) terjadi pada trimester I kehamilan, hal itu cenderung mengakibatkan abortus. Sedangkan pada trimester II bisa terjadi kelahiran prematur. Bayi yang lahir dari ibu yang menderita herpes genitalis dapat menderita kelainan yang sangat beragam, mulai dari hepatitis, ensefalitis bahkan bisa lahir dalam keadaan mati.

Selain pencegahan terhadap penularan serta menghindari faktor pencetus bagi penderita, yang perlu juga diperhatikan adalah kondisi kejiwaan bagi penderita herpes genitalis ini. Anggapan bahwa herpes adalah penyakit kotor, tidak dapat disembuhkan, menular dengan mudah, dll, membuat orang yang terkena herpes akan malu dan takut melakukan pemeriksaan dan berobat. Padahal apabila pengobatan dilakukan sedini mungkin, maka penyakit ini lebih bisa dikendalikan.